High Light


64x64
Tim Penggerak PKK Prov. Sumsel Canangkan Gerakan Menanam Cabai Sendiri

Harga cabai yang akhir – akhir ini mencapai 100 ribu rupiah per kg di Sumsel sempat membuat banyak ibu rumah tangga resah, mereka harus pintar mengolah pengeluaran rumah tangga, karena tanpa bumbu dapur yang satu ini menu makanan keluarga menjadi kurang nikmat. Tim Penggerak PKK Sumsel Hj. Eliza Alex memberikan jalan keluar yang akan dipilih saat ini guna atasi lonjakan harga cabai yang kini jadi permasalahan, menanam sendiri cabai di pekarangan rumah menjadij solusinya. Hal ini disampaikannya ketika penandatanganan kesepakatan bersama antara Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel di Komplek GOR Jakabaring (09/02).

Menurut Eliza, permasalahan cabai menjadi permasalahan yang menjadi perhatian khusus Menteri Pertanian. Lonjakan harga yang kerap naik turun mendorong Kementerian Pertanian menargetkan penanaman 10 juta bibit cabai ditahun 2017, untuk segera menanam bibit cabai di Kawasan Kelompok Rumah Pangan Lestari dan Kelompok Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYA PKK).

Lanjut Eliza, gerakan menanam cabai ini tidak hanya menanam cabai saja, akan tetapi dapat dilanjutkan hingga panen dan pengolahan hasilnya. Karena dengan begitu masyarakat tetap bisa mengkonsumsi cabai dan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga. Tak hanya itu saja manfaat dari gerakan menanam cabai ini, masyarakat yang selama ini mengkonsumsi hanya cabai sekarang menjadi penghasil yang dapat menambah pendapatan rumah tangga.

“Melalui gertam cabai ini mari kita tingkatkan kesadaran, kemauan serta kemampuan untuk menjadikan gertam cabai sebagai kebutuhan gaya hidup, bukan sekedar gerakan menanam saja”, himbaunya

Masih Eliza, kegiatan ini berdasarkan kesepakatan berdasarkan kesepahaman komitmen bersama, dalam menjaga fluktuasi cabai yang mempengaruhi inflasi, juga merupakan bagian dari upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan melalui konsep rumah pangan lestari, dimaksudkan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga serta mendukung pasokan kebutuhan cabai ditingkat rumah tangga maupun wilayah.

“setelah lauching ini diharapkan action segera dilapangan, walaupun di daerah belum dilaksanakan Mou dengan Dinas Pertanian setempat”, ajaknya

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumsel Priatna Sasmita mengatakan diketahui salah satu komoditi pangan yang mempengaruhi inflasi adalah cabe, kendalanya petani tidak dapat menanam cabe diluar musim.

“kalau petani dapat menanam cabe diluar musim dengan memanfaatkan teknologi sepanjang tahun dan paling tidak fluktuasi harga bisa ditekan. Selain itu pola pemanfaatan pekarangan atau poliback jika bisa dikembangkan Insya Allah juga bisa menekan harga cabe”. Jelasnya

Turut hadir pada kesempatan ini Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Erwin Noorwibowo, S.TP, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (BI Prov.Sumsel), Hamid Ponco Wibowo, Seluruh Ketua Tim Penggerak PKK beserta Pengurus PKK yang hadir


Polling



Bagaimana Pendapat anda tentang pelaksanaan PEMILU yang baru diselenggarakan kemarin ?

 

Statistik